Search

Taboo Scar - Erika Aurelia

Updated: Apr 8, 2021

Erika Aurelia is a 20 years old freelance artists from Indonesia. As one of our first Gen Z artists to join our campaign I think it's important for us to have her outlook about feminism.

While having her doing this artwork, we did a little interview in bahasa to know a little bit about Erika.



SB: "Kenapa menurut kamu, penting untuk kita sesama perempuan untuk saling mendukung satu sama lain?"


EA: "Kita sebagai wanita memiliki fase yang sama, jadi kita tahu jika kita pernah disakiti, terluka, atau kehilangan. Dan sudah sepantasnya kita sesama manusia yang dilahirkan dengan hati nurani diperbolehkan untuk sensitif, merasakan apa yang teman-teman seperjuangan rasakan. "


SB: "Menurut kamu bagaiman feminisme di Asia sekarang ini?"


EA: "Banyak orang awam atau pihak oposisi salah memahami dengan pandangan feminisme dikalangan Asia. Mereka berpikir feminisme artinya wanita harus menjadi raja, pemenang, dan paling benar. Padahal kami hanya ingin dipertahankan hak kami, kebebasan kami, dan menghargai kami. Namun, perjalanan kami tidak mudah, bahkan pahlawan kita sebelumnya RA Kartini memperjuangkan hak kita bersekolah butuh proses aksi nyata, bukan hanya sekedar omongan apalagi berkoar koar layaknya sjw di sosial media yang menyebabkan rusaknya definisi feminisme sesungguhnya."

SB: "Bisa diceritakan lebih lagi tentang cerita gambaran artwork kamu lebih lagi, Erika?"


EA:" Saya melakukan banyak research untuk membuat lukisan digital ini. Saya menonton dan membaca banyak testimoni tentang wanita-wanita yang kehilangan salah satu aset berharga, yaitu payudaranya. Banyak mereka yang tetap tersenyum walaupun perjalanan untuk mencapai kesembuhannya tidaklah mudah. Mereka harus bolak balik rumah sakit untuk kemo, belum lagi biaya yang harus dia tanggung, kesulitan membangun kepercayaan diri, dan bahkan kehilangan pekerjaan, pasangan hidup karena penyakitnya. Lukisan ini merupakan bentuk perwakilan saya sebagai rasa salut dengan perjuangan mereka. Walaupun badannya rusak dan stigma menghadang sekalipun, para pejuang (survivor) masih bisa kuat tersenyum; dan sudah sepantasnya mereka boleh merayakannya dengan penuh kemenangan. Mereka sesungguhnya adalah warrior. Dengan lukisan ini saya juga merefleksi diri saya untuk lebih mencintai tubuh saya, terutama payudara saya."


SB: "Thank you Erika"


Erika can be contacted through her instagram account at @erikaaurelia.





30 views0 comments

Recent Posts

See All